Menelusuri Salah Satu Keajaiban Dunia: Tembok Besar China
Indobetplay.com - Saat berkunjung ke Beijing, jangan lupa sempatkan diri mengunjungi salah satu dari tujuh keajaiban dunia yaitu Tembok Besar China. Meski lelah, takkan menyesal datang ke sini!
Kebetulan saat itu sedang musim dingin. Sisa-sisa salju pun masih bisa terlihat. Saat itu kami masuk melalui jalur Badaling yang paling terkenal karena jalur itulah yang sering dilewati para pemimpin China.
Tak ayal, setelah turun dari mobil, para pengunjung langsung mengenakan berbagai macam pakaian tebal. Meskipun, pengunjung yang jelas merupakan penduduk setempat ada pula yang hanya mengenakan jaket agak tebal. Setelah membeli tiket seharga 35 Yuan atau sekitar Rp 70 ribu, kami menuju ke pintu masuk.
Usai petugas memeriksa tiket, kami menelusuri jalan dan sampai di sebuah terowongan sepanjang kurang lebih 20 meter. Kemudian, kami menaiki tangga untuk mendaki ke atas. Dari area ini, penampakan Tembok Besar China sudah bisa terlihat.
Namun, perjalanan tetap berlanjut dan kami mendaki medan yang amat menanjak. Menurut pemandu kami, Brian Lau, sebetulnya musim gugur merupakan waktu paling tepat untuk berkunjung ke tembok dengan rata-rata tinggi 7,8 meter ini. Di musim gugur, bunga-bunga akan terlihat dan menambah indahnya pemandangan di sekitar tembok besar.
Struktur tembok tidak rata karena disesuaikan dengan kontur gunung tapi lebarnya sekitar 6-7 meter. Dengan medan yang menanjak, pastinya akan lebih banyak energi yang dibakar sehingga tubuh tak lagi menggigil. Apalagi, angin sudah tak sekencang saat di area awal masuk tembok China.
Walaupun perjalanan agak melelahkan, tapi semuanya seakan terbayar. Apalagi ketika kamu bisa memandang panjangnya tembok China yang meliuk-meliuk dengan indahnya pemandangan gunung sebagai latar belakangnya.
"Tujuan dibangunnya tembok ini adalah untuk melindungi bagian utara dari bangsa Mongol pada masa dinasti Ming. Karena dulunya di bagian utara hanya berupa padang rumput dan dingin sehingga tidak bisa bercocok tanam. Sehingga, bangsa Mongol ingin ke bagian utara untuk merebut kekuasaan," kata Lau.
Padahal, lanjut Lau, kala itu penduduk China tidak ingin wilayahnya dimasuki sehingga sempat terjadi perang. Namun, setelah masa perang ada komunikasi, salah satunya melalui pernikahan dan ada masa di mana perwakilan dari suku minoritas memimpin.
Di sana juga tersedia toko suvenir yang menyediakan beragam cenderamata. Beberapa di antaranya seperti scarf sutra, kaus, gantungan kunci, boneka khas wanita China, boneka panda, magnet kulkas, hiasan dinding, dan masih banyak lagi. Harga suvenir mulai dari 10 yuan atau sekitar Rp 20 ribu.


0 komentar:
Posting Komentar